STIE Putra Bangsa kembali sukses menyelenggarakan E-Sport Competition di Kampus Dua Kemranjen Banyumas, 21 Desember 2019. Kompetisi sesi kedua ini diikuti oleh 28 tim dari wilayah Banyumas, Cilacap dan Kebumen.

Acara ini terselenggara dalam rangka memperkenalkan e-sport serta menggali potensi kaum muda untuk berprestasi. Selain itu kompetisi ini juga merubah paradigma bahwa game tidak selamanya membawa pengaruh negatif, tetapi juga bisa melatih kreatifitas dan kerjasama tim. Saat ini, E-Sport juga menjadi salah satu cabang olahraga baru yang dikompetisikan dalam ajang Sea Games di tahun 2019, serta menjadi program studi baru di beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Dimulai pukul 08.00 acara dibuka oleh ketua panitia Miftakhul Huda, salah satu dosen STIE Putra Bangsa. Dalam sambutannya beliau menyampaiakan kepada para pemain untuk bermain sportif, serta bisa menjadikan ajang ini sebagai ajang silaturahim sesama pecinta e-sport. Selain itu, hal ini juga untuk menyalurkan bakat dan kreatifitas dan aktualisasi diri kaum milenial.

Para peserta terlihat antusias mengikuti acara ini hingga partai final di sore harinya. Kebanyakan dari peserta merupakan siswa SLTA di wilayah Banyumas dan Cilacap serta beberapa tim dari mahasiswa. Setiap tim terdiri dari 5 orang peserta dan 1 cadangan. Dalam permainan ini, pemain tidak dibatasi level game, usia minimal 14 tahun. Adapun Juara 1 diraih oleh tim Last Vendeta dari Cilacap, Juara 2 diraih oleh Task Force dari Banyumas dan Juara 3 diraih oleh Lapak Gaming dari Cilacap. Serta Pemain Terbaik diraih oleh Azar Breakless dari tim Last Vendeta. Para Juara memperebutkan Trophy, Sertifikat serta total hadiah uang tunai sebesar 4 juta rupiah.

Juara 1 E-Sport Competition
Juara 2 E-Sport Competition