Persaingan ketat pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Debat Terbuka Capres dan Cawapres Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Putra Kebumen Tahun 2018/2019. Ajang yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Presidium (KPP) BEM STIE Putra Bangsa Kebumen berlangsung pada Senin, 04 Juni 2018 di Aula Ronggowarsito STIE Putra Bangsa Kebumen.

Hadir dalam kegiatan ini GunarsoWiwoho S.E., MM. selaku Ketua STIE Putra Bangsa Kebumen sekaligus jajarannya, dosen-dosen, panelis, pasangan calon, dan partisipan dari mahasiswa. Debat Terbuka secara resmi di buka oleh Sigit Wibawanto, S.E., MM  selaku Wakil Ketua III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama.  Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa ajang debat ini merupakan ajang yang baik, baik secara tertib maupun normatif. Ketiga panelis yang tergabung dalam ajang ini yakni dosen-dosen STIE Putra Bangsa yang memiliki latar belakang organisasi, mereka adalah Nur Khasanah, S.E.,M.Si. , Joko Fitra, M.Sc. dan Tuty Zakiyah, SE., MM .  Tema yang diusung adalah Meningkatkan Gairah Mahasiswa Untuk Memberikan Kontribusi Terbaiknya Bagi Kemajuan Kampus STIE Putra Bangsa Kebumen

Ketiga kandidat berturut-turut, Turyanto – Endah Setiawati,  Yusup Bahtiar-Duwi Lismafita, dan Usman Sarif – Feni Nafisatun N. mampu bersaing menjawab pertanyaan, baik pertanyaan dari partisipan , dosen maupun panelis. Meski di bulan Ramadhan, ketiga paslon tetap semangat, terlihat saat menjawab pertanyaan yang diajukan. Paslon Capres dan Cawapres harus melalui 4 sesi dalam Debat Terbuka yakni sesi 1 adalah pertanyaan undian yang berisikan pertanyaan umum berkaiatan dengan organisasi BEM itu sendiri, dilanjutkan sesi ke 2 adalah Paslon mendapatkan pertanyaan dari audience, sesi ke 3 adalah panelis memberikan pertanyaan kepada paslon, dan sesi terakhir adalah setiap paslon melontarkan pertanyaan kepada paslon lain dan menyanggahnya. Tiga menit adalah waktu yang diberikan untuk setiap paslon dalam menjawab pertanyaan. Ketiga paslon menjawab pertanyaan yang dilontarkan dengan gaya dan pemikiran masing-masing. Sebelum memulai sesi 1, paslon memaparkan visi dan misi serta program kerja selama masa jabatannya, dimana masa jabatan BEM adalah satu tahun.

Proses yang tidak begitu singkat untuk menjaring paslon capres dan cawapres BEM. Tahap seleksi untuk mendapatkan capres dan cawapres sangatlah panjang. Mulai dari proses pendaftaran, seleksi, kampanye, pemungutan suara dan perhitungan suara. Proses pendaftaran itu sendiri dilakukan pada tanggal 30 April – 13 Mei 2018, sejumlah 5 paslon capres dan cawapres yang mendaftar. Tahap seleksi dilaksanakan selama 2 hari yakni tanggal 26 – 27 Mei 2018. Seleksi ini meliputi tes tertulis, tes komputer, wawancara, pembekalan dan pemaparan visi dan misi serta program kerja. Tahap ketiga adalah kampanye guna memperkenalkan paslon terpilih. Selanjutnya debat terbuka yang berlangsung pada tanggal 04 Juni 2018. Kemudian tahap pemungutan suara akan dilaksanakan pada tanggal 05-08 Juni 2018.

Motivasi para paslon mengikuti organisasi BEM khusunya sebagai Presiden dan Wakil Presiden adalah mencari prestasi di bidang akademik, mencari pengalaman berorganisasi, mengembalikan fungsi BEM, mengembangkan skill, dan berdedikasi dan berkontribusi untuk kampus. Manfaat dari ajang ini yakni memahami perbedaan, mampu memikirikan apapun secara proporsional dan rasional, harus pandai dalam kondisi apapun dan memahami adat-adat yang berlaku, Presiden BEM bias membawa nilai-nilai kesejahteraan. “Tujuan diselenggarakan debat terbuka ini adalah memberikan gambaran kepada teman-teman mahasiswa mengenai ketiga pasangan calon agar nantinya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih presiden dan wakil presiden” ucap Desyi selaku Ketua Panitia Komisi Pemilihan Presidium tahun 2018/2019.