Bertepatan dengan Hari Kartini, STIE Putra Bangsa gelar lomba Baca Geguritan Tingkat SLTA. Kegiatan ini masih dalam rangka memeriahkan Dies Natalis yang ke 17  STIE Putra Bangsa. Acara dilaksanakan di Aula Ronggowarsito.  Sabtu, 21 April 2018.

Acara yang dimulai pukul 09.00 ini diikuti sebanyak 16 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Kebumen. Mengawali acara yang berlangsung di Aula Ronggowarsito yaitu Tari Ronce yang dibawakan oleh dua mahasiswi dari UKM Teater.  Dilanjutkan sambutan dengan bahasa jawa dari Bapak Sigit Wibawanto, SE.,MM selaku Wakil Ketua 3 Bidang Kemahasiswaan serta secara resmi membuka acara tersebut. Hadir pula Ketua STIE Putra Bangsa Bapak Gunarso Wiwoho, SE.,MM, Wakil Ketua 2 Prihartini Budi Astuti, SE.,M.Si , dosen dan karyawan. Uniknya para Dosen karyawan serta panitia mengenakan pakaian adat jawa.

Geguritan sendiri adalah puisi atau sajak bebas yang ditulis dalam bahasa Jawa. Kata Geguritan berasal dari kata Gurit yang berarti tulisan, kidung, tembang, tembung. Dalam bahasa Kawi, kata gurit  berarti goresan, penulisan dan tembung yang disusun dengan sangat indah dan penuh makna.

Sedangkan arti Geguritan yang berasal dari kata gurit dalam kamus besar bahasa Indonesia atau KBBI berarti sajak atau syair. Geguritan memiliki arti yaitu sebuah karya sastra yang berbentuk syair atau puisi yang dibacakan dengan irama atau tembang dengan perpaduan suara yang indah.

Lomba membaca geguritan merupakan agenda tahunan di kampus STIE Putra Bangsa. Adapun peserta pada kesempatan ini diharuskan membacakan geguritan wajib “Lumunturing Budoyo” serta membawakan satu geguritan pilihan. Dalam lomba ini peserta wajib menggunakan pakaian adat Jawa Tengah.

Terdapat 3 juri lomba geguritan, mereka adalah Bapak Wati Kusuma, Bapak Muhammad Ridho Muttaqin, dan Bapak Pekik Sat Siswonirmolo dari Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Kebumen. Adapun Kriteria penilaian  yaitu vocal yang terdiri dari suara dan artikulasi, Ekspresi dan penghayatan, Penampilan dan Totalitas.

Sebagai Juara 1 lomba geguritan No undi 7 atas nama Sutia Ningsih ( SMK N 1 Gombong), juara 2 no undi 1 Alfian Dwi Saputra ( SMK N 2 Kebumen) . Juara 3 diraih oleh no undi 2 Prihatini Apriliani (SMK N 1 Karanganyar). Para pemenang berhak membawa Tropy, Uang Pembinaan, dan Sertifikat. Khusus untuk Juara 1 dari SMK N 1 Gombong juga berhak membawa tambahan Trophy bergilir.

Desyi selaku penanggung jawab lomba baca geguritan berharap dengan adanya lomba tersebut dapat meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budayanya. “Semoga lomba baca geguritan dapat berlanjut di tahun berikutnya dengan lebih baik lagi” imbuhnya.