Skip to main content

Ciptakan Wirausahawan Muda bersama STIE Putra Bangsa


Jumat, 8 Januari 2016, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Putra Bangsa Kebumen menyelenggarakan kegiatan seminar sekaligus pelatihan kewirausahaan bersama dengan UMKM (Usaha Masyarakat Kecil Menengah) Kabupaten Kebumen. Seminar dan pelatihan dengan tema “Menjadi Mahasiswa Putra Bangsa yang Kreatif dan Inovatif dalam Berwirausaha” ini memiliki maksud agar mahasiswa memiliki minat dan mengasah bakat mereka dalam berwirausaha. Acara ini dibuka oleh Ketua STIE Putra Bangsa, Bapak Gunarso Wiwoho, S.E.,M.M. Beliau memberikan sambutan sekaligus membahas bagaimana Indonesia mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi dengan berwirausaha. Beliau mengatakan bahwa jumlah wirausaha di Indonesia hanya sekitar 1% (satu persen) dari seluruh jumlah penduduk yang ada, sedang di negara maju jumlahnya mampu mencapai 10% lebih seperti Amerika Serikat.  Seminar yang dilaksanakan oleh mahasiswa tersebut diisi oleh pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi. Pengisi materi pertama yakni Bapak Irfan Helmy, S.E.,M.M. dan Mas Yuri Dulloh (pengusaha-pemilik Yuam Roasted Cofffe).

Bapak Irfan Helmy memberikan mahasiswa gambaran dan makna dari wirausaha dalam lingkup ekonomi maupun bisnis. Menjadi seorang wirausahawan muda memang bukan sesuatu hal yang mudah, akan tetapi kita masih mampu mengupayakannya melalui usaha. Hal yang keliru dalam memaknai wirausahawan adalah orang yang berusaha sendiri (bukan bekerja pada orang lain). Akan tetapi perlu diketahui bahwa seorang wirausahawan merupakan orang yang mampu menciptakan nilai lebih dari sesuatu yang mungkin dianggap tidak bernilai oleh orang lain, namun Ia mampu meningkatkan nilai serta menciptakan peluang untuk dirinya bahkan orang lain. Oleh karena itu kami menghadirkan citra wirausahawan muda yang mampu membawa Kebumen ke kancah Internasional dan membawa orang – orang disekitarnya untuk sukses bersamaan dengan peluang yang beliau miliki. Mas Yuri merupakan salah seorang pengusaha kopi asli kebumen yang kini memiliki cabang di berbbagai kota di Pulau Jawa. Beliau mendirikan usaha kafe dengan produksi sendiri dan dengan kreasi yang inovatif yang beliau ciptakan dari bambu. Kebumen merupakan kota yang memiliki beragam jenis  bambu yang banyak. Kebanyakan orang menggunakan bambu sebagai bahan pembuatan rumah, peralatan rumah tanngga, dan lain-lain. Disamping semua itu, Mas Yuri menemukan ide baru yang belum pernah ada di dunia, yakni membuat alat filter kopi yang terbuat dari bambu. Bambu yang dibuat mampu menciptakan efisiensi biaya dalam proses pembuatan kopi sebab untuk membuat kopi robusta maupun late diperlukan alat yang bernilai fantastis dalam kisaran 25 juta rupiah bahkan lebih. Hanya dengan bambu yang dimodifikasi, seorang barista mampu membuat kopi dengan cita rasa yang berbeda. Ketika kopi yang difilter dengan bambu kita mampu merasakan kopi yang khas, sedangkan dalam keadaan dingin, kopi tersebut bercitarasa nangka (perpaduan rasa manis dan asam yang menyatu dalam kopi). Alat tersebut dibuat oleh tenaga kerja asli kebumen dan bahan bakunya (kopi) ditanam sendiri di tanah Kebumen. Berbagai berita yang disebarkan kepada media masa bahwa Kebumen memiliki potensi kecil untuk budidaya kopi karena kontur tanah, cuaca, maupun relief yang kurang cocok untuk pertumbuhan tanaman kopi. Namun Mas Yuri membuktikan bahwa ditengah kesulitan yang nyata – nyata ada, tanaman kopi tetap bisa tumbuh di kota kita tercinta Kebumen bahkan di pesisir pantai sekalipun. Lokasi penanaman kopi menmbuat kualitas maupun cita rasa yang berbeda pula. Dalam seminar tersebut beliau mempraktikkan secara langsung pembuatan kopi dan late dihadapan peserta seminar. Diakhir sisa waktu Mas Yuri memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk jangan pernnah takut untuk mencoba dan berusaha keras dalam menggapai apa yang diinginkan. Perkataan orang pasti ada disepanjang perjalanan usahanya, namun itu adalah proses yang harus dillalui untuk menggapai sukses yang mereka impikan. Setelah acara semiar berkakhir, stand dari UMKM memberikan pelatihan kepada mahasiswa untuk membbuat handycraft (kerajinan tangan) dari akrilik, jenitri, serta bahan-bahan aksesoris lain yang menarik. Pelatihan semacam ini diperlukan untuk pemuda seperti mahasiswa untuk memberikan keterampilan dan menggali minat serta mengembangkan bakat yang mereka miliki. STIE Putra Bangsa mengundang UMKM untuk mengenalkan kepada mahasiswa tentang UMKM Kabupaten Kebumen yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah untuk rangka memberdayakan masyarakat kecil – menengah dalam rangka mempersiapkan diri dari AFTA (Asean Free Trade Agreement) dan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Sebagai Kampus yang menggeluti bidang sosial dna ekonomi Putra Bangsa senantiasa mendukung upaya positif dari pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*